­
Huis van Abdï : kamar tengah

Hidup yang Berprogres

10/08/2021 / BY A b d ï
Kamu kerap mengalami lewah pikir? Overthinking? Dan pikiran yang kadang berkecamuk dan susah diredam? Bagus! Selamat datang di dunia dewasa!Sungguh saat menulis ini saya sedang berada di kondisi mental yang tidak nyaman. Kestabilan yang di minggu-minggu lalu ada, dalam dua minggu nampaknya sirna.Saya harus setengah hidup setengah mati menjaga mood, tetap haha-hihi ketika bersama teman, dan terlihat biasa-biasa saja. Padahal dalam pikiran, beuhhhh rasanya...

Continue Reading

HMNS The Perfection: Bukan Wangi Bapack-bapack!

7/09/2021 / BY A b d ï
Itu yang saya lontarkan (dalam hati, lalu dari mulut) ketika seorang teman menghidu aroma rilisan terbaru eau de parfum karya Christian Sugiono bersama HMNS: The Perfection.Secara hiperbola, wangi berkas atas (top note) akan menarik imajinasi saya jauh ke abad pertengahan ketika rentetan kejadian dalam buku Nathaniel's Nutmeg terjadi.Ada hubungan abstrak antara buku dan berkas aroma The Perfection yang sudah diterjemahkan menjadi Pulau Run.Sehingga akhirnya menjadi "wangi...

Continue Reading

Padaku yang Akrab dengan Quarter Life Crisis

6/24/2021 / BY A b d ï
Halo! Ini topik yang sensitif bagi sebagain orang, ya namanya juga krisis. Tapi sumpah, ini topik yang tidak akan habis dibahas semalam suntuk bak tugas membangun candi dalam semalam.Krisis seperempat abad ini akan menemani kita hingga usia yang berbeda tiap orang, mungkin di menuju kepala tiga. Atau bahkan, sebelum itu? Mungkin.Setidaknya untuk saya, fase ini masih menemani hingga sekarang. Tidak sampai terlalu akut,...

Continue Reading

Persisten itu Melelahkan

10/12/2020 / BY A b d ï
Hei, kamu. Semoga semesta menunjukkan tulisan ini untukmu.Jadi, temanku bilang aku cukup persisten saat mengirim pesan ke padamu yang seringnya meninggalkanku dengan tanda "Read" saja.Dia bilang aku persisten. Gigih, dalam mengirim pesan. Entah hanya bertanya kabar atau basa-basi. Padahal dalam hati aku mau juga dikirim pesan pertama. Tapi, ya sudahlah. Dalam hati aku sudah bulat bahwa aku yang akan berperan sebagai "pemberi". Ini konsekuensinya.Aku...

Continue Reading

Merasa Stoa

9/18/2020 / BY A b d ï
Minggu ini saya merasa agak mampu menerapkan tindakan --yang sekali lagi menurut saya-- sudah sesuai dari buku Filosofi Teras karangan Om Manampiring. Atur yang bisa diatur, jangan terlalu khawatirkan yang tidak bisa diatur.Sebenarnya saya sudah mendengar ucapan serupa saat menggarap skripsi, di semester 8. Di dunia ini memang ada hal yang tidak bisa kita atur, namun ada juga yang bisa kita atur. Nah,...

Continue Reading

Memories, Not Dreams

7/23/2020 / BY A b d ï
I woke up in not-so-fit condition. I dreamt about you, or at least my mind told me that the person was you.At that time, your lips didn't moving, meaning you didn't talk to me nor everyone. You remained silent. I was happy yet sad when I woke up, opening my eyes without your presence around me. It got me saddened when I realised that...

Continue Reading

Halo, Pekan Tidak Produktif

5/15/2020 / BY A b d ï
Dua minggu ini terasa tidak produktif. Ingin rasanya untuk tidak merasa tidak produktif. Tapi apa daya, sepertinya memang sedang macet pikirannya.Memalaskan diri via Isabela Kronemberger/UnsplashKalau dipikir-pikir ada beberapa yang menyebabkan saya dua pekan belakangan menjadi super tidak produktif, yakni:Bulan puasa, dimana segalanya terasa terkungkung. Dalam ajaran Islam, selama bulan puasa setan dipenjara tidak boleh berkeliaran menggoda manusia. Karena jiwa saya sebagian adalah terdiri...

Continue Reading

#30haribercerita: shouldn't end up this way

2/28/2020 / BY A b d ï
Well, I supposed this is my last writing on #3haribercerita. I hate to say that I'm too clingy, detached, demanding to someone that I fond of. Well, that person that I never met.Poor me. I set my expectation so high, as high as my ego. Finally I found myself plunged to the lowest. I'm dying right now. Decaying. ...

Continue Reading

#30haribercerita: Hujan Lebat

2/24/2020 / BY A b d ï
Hal paling tidak menyenangkan ketika sendiri di kamar di tengah hujan lebat. Hujan yang bukan lagi rintik terdengar menyeramkan. Saya tidak masalah sendiri, tapi kalau di tengah hujan lebat --meski tanpa petir-- itu lain cerita. Yang saya takutkan adalah jika terjadi hal yang sangat tidak diinginkan, tanah longsor misal. Meski rumah kontrakan saya tidak bersisian dengan tebing gundul, namun tetap perasaan paranoid itu...

Continue Reading

#30haribercerita: Susahnya Memahami Cinta

2/21/2020 / BY A b d ï
Saya akhirnya tersadar, hari ini saya disadarkan oleh seseorang di Tinder.Ketika saya bertanya: apakah kita pantas dicintai?, Tentu jawabannya: semua orang pantas.Lalu dia bilang, tapi tidak semua bisa melihat cinta. Padahal cinta itu dimana-mana. Misal saat kita bernapas, itu ada bentuk cinta Yang Maha Agung mencintai umatnya.Saya mengatakan bahwa cinta seperti itu yang saya maksud. Saya lebih merujuk kepada cinta dua orang: sebuah...

Continue Reading

#30haribercerita: Beradaptasi Kembali

2/20/2020 / BY A b d ï
Saya percaya saya adalah orang yang adaptif. Tingkat adaptasi saya untuk memulai percakapan sangat cepat. Namun, tingkat adaptasi fisik saya sepertinya tidak bsia dibohongi kalau melambat. Setidaknya itu yang saya rasakan.Seminggu ini rasanya saya agak susah bernapas. Tenggorokan gatal, feses selalu cair (atau setidaknya lembek), dan ada ingus di hidung yang menyumbat.Saya kira saya mau flu. Tapi ternyata tidak. Saya jadi teringat dua tahun...

Continue Reading

#30haribercerita: Dua Hari tuk Selamanya

2/19/2020 / BY A b d ï
Mungkin terlalu lebay ya judulnya. Aku pun belum pernah menonton filmnya, tapi biar ala-ala sahaja.Jadi, dua hari kemarin adalah hari yang menguras energi raga. Benar-benar raga saja karena perjalanan panjang.Perjalanan ini mengakibatkan pulang ke kamar kost yang laruh malam. Ingin sekali pulang sudah tersedia air hangat untuk membilas tubuh, tapi apa daya tidak ada.Akhirnya harus berpuas diri dengan tidur lebih cepat meski pundak...

Continue Reading

#30haribercerita: Tidak Berarti

2/16/2020 / BY A b d ï
Jadi, hari ini aku mengirim pesan kembali pada crush-ku di aplikasi Tinder. Aku sudah tidak keruan dan gregetan dibuatnya.Dan tahukah kamu apa yang menjadi balasannya? Mengapa dia tidak membalas pesan terakhirku?Karena tidak ada balasanku yang berarti bagi dia.Memang bikin gemas anak satu ini! Bagaimana tidak? Dia dengan seenaknya bilang bahwa pesanku tidak berarti bagi dia?Ya semesta, kenapa harus sepolos itu jawabannya? Aku bingung...

Continue Reading

#30haribercerita: Aku Heri

2/15/2020 / BY A b d ï
Baru mau menulis, ternyata aku doyong. Benar, saya hampir saja njomplang.Saya duduk bersandar di kursi, saya memainkan sehingga menyerupai gerakan kursi malas. Yang bsia digoyang-goyangkan.Karena terlalu bersemangat, kursi saya hampir jatuh dan saya berteriak heboh.Ya, saya Heri. Alias heboh sendiri. ...

Continue Reading

#30haribercerita: 1 Hari, 1 Bab

2/13/2020 / BY A b d ï
Dua hari ini semacam punya kewajiban sebelum tidur: membaca 1 bab buku.Ini dalam rangka mengejar target alih-alih memang menikmati alur bukunya.Sebenarnya saya sudah merasa "berat" untuk menamatkan buku ini, judulnya Wuthering Heights.Saya membeli karena ingin gaya-gayaan dan korban rekomendasi buku yang wajib dibaca versi zenius.Sungguh jangan ditiru. Anda entah akan penasaran dengan alurnya atau hanya menggugurkan kewajiban saja.Pada kasus saya, sangat jelas: memenuhi...

Continue Reading

#30haribercerita: Panas Dalam

2/12/2020 / BY A b d ï
Entah apa yang menginfeksi sehingga tiba-tiba aku diterpa panas dalam. Padahal aku ingat tidak meminum yang satu cangkir dengan orang lain.Bisa dikatakan, transmisi akibat ciuman tak langsung tadi nol. Tapi kenapa panas dalam --yang mulai merembet apda flu-- kembali menyerang?Memangnya aku kurang makan serat? Sayur? Buah? Mungkin saja. Mengingat, intensitas makan kedua jenis makanan tadi sangat berkurang.Sepertinya hari-hari ke depan aku akan lebih...

Continue Reading

#30haribercerita: Tentang Isu Virus Corona Baru

1/26/2020 / BY A b d ï
Virus corona baru jadi sorotan. Semua orang mulai membicarakannya.Ada yang berpendapat, kebiasaan makan daging satwa liar penyebabnya.  Pendapat lain karena virus yang lepas dari laboratorium.Pendapat pertama tentu ada dasar ilmiahnya, tapi pendapat kedua hanya berasal dari opini dan asumsi.Tentu orang Indonesia lebih percaya pendapat kedua. Pathetic.Apalagi jika Anda pendukung konsumsi satwa liar adalah oke-oke saja, tentu pendapat kedua lebih diterima. Atau Anda terlalu...

Continue Reading