Well, I supposed this is my last writing on #3haribercerita. I hate to say that I'm too clingy, detached, demanding to someone that I fond of. Well, that person that I never met.Poor me. I set my expectation so high, as high as my ego. Finally I found myself plunged to the lowest. I'm dying right now. Decaying. ...
Kemarin saya begitu kompulsif: membeli dua tiket pertunjukan grup musik yang berbeda. Yang pertama di acara Fuse Experience. Alasan pertama saya ingin sekali menonton The Trees and The Wild (TTATW). Saya sudah lama ingin menyaksikan secara langsung pertunjukan mereka. Namun apa daya pembelian tiket yang murah (menurut saya) habis pada 24 Februari. Ya memang saya salah sih, kemarin harinya saya tidak langsung membelinya....
Hal paling tidak menyenangkan ketika sendiri di kamar di tengah hujan lebat. Hujan yang bukan lagi rintik terdengar menyeramkan. Saya tidak masalah sendiri, tapi kalau di tengah hujan lebat --meski tanpa petir-- itu lain cerita. Yang saya takutkan adalah jika terjadi hal yang sangat tidak diinginkan, tanah longsor misal. Meski rumah kontrakan saya tidak bersisian dengan tebing gundul, namun tetap perasaan paranoid itu...
Sejujurnya saya bingung mau menulis apa di tantangan 30 Hari Bercerita ini. Tapi sepertinya harus ada yang diceritakan.Jadi, sebenarnya saya memiliki masalah dalam menentukan skala prioritas. Saya butuh ini, maka saya membeli itu yang prioritasnya bisa lebih rendah.Selain itu, saya kadang kompulsif karena mendengar atau membaca sesuatu yang menurut saya menarik. Padahal tidak butuh butuh amat.Minggu depan mungkin saya akan bertemu orang yang...
Saya akhirnya tersadar, hari ini saya disadarkan oleh seseorang di Tinder.Ketika saya bertanya: apakah kita pantas dicintai?, Tentu jawabannya: semua orang pantas.Lalu dia bilang, tapi tidak semua bisa melihat cinta. Padahal cinta itu dimana-mana. Misal saat kita bernapas, itu ada bentuk cinta Yang Maha Agung mencintai umatnya.Saya mengatakan bahwa cinta seperti itu yang saya maksud. Saya lebih merujuk kepada cinta dua orang: sebuah...
Saya percaya saya adalah orang yang adaptif. Tingkat adaptasi saya untuk memulai percakapan sangat cepat. Namun, tingkat adaptasi fisik saya sepertinya tidak bsia dibohongi kalau melambat. Setidaknya itu yang saya rasakan.Seminggu ini rasanya saya agak susah bernapas. Tenggorokan gatal, feses selalu cair (atau setidaknya lembek), dan ada ingus di hidung yang menyumbat.Saya kira saya mau flu. Tapi ternyata tidak. Saya jadi teringat dua tahun...
Mungkin terlalu lebay ya judulnya. Aku pun belum pernah menonton filmnya, tapi biar ala-ala sahaja.Jadi, dua hari kemarin adalah hari yang menguras energi raga. Benar-benar raga saja karena perjalanan panjang.Perjalanan ini mengakibatkan pulang ke kamar kost yang laruh malam. Ingin sekali pulang sudah tersedia air hangat untuk membilas tubuh, tapi apa daya tidak ada.Akhirnya harus berpuas diri dengan tidur lebih cepat meski pundak...
Jadi, hari ini aku mengirim pesan kembali pada crush-ku di aplikasi Tinder. Aku sudah tidak keruan dan gregetan dibuatnya.Dan tahukah kamu apa yang menjadi balasannya? Mengapa dia tidak membalas pesan terakhirku?Karena tidak ada balasanku yang berarti bagi dia.Memang bikin gemas anak satu ini! Bagaimana tidak? Dia dengan seenaknya bilang bahwa pesanku tidak berarti bagi dia?Ya semesta, kenapa harus sepolos itu jawabannya? Aku bingung...
Baru mau menulis, ternyata aku doyong. Benar, saya hampir saja njomplang.Saya duduk bersandar di kursi, saya memainkan sehingga menyerupai gerakan kursi malas. Yang bsia digoyang-goyangkan.Karena terlalu bersemangat, kursi saya hampir jatuh dan saya berteriak heboh.Ya, saya Heri. Alias heboh sendiri. ...
Hari ini sepertinya lagu yang saya putar berulang adalah lagu dengan genre pop kota. Genre ini dikenal juga dengan nama genre city pop. Sungguh saya baru tahu bahwa genre ini populer di lantai dansa tahun 1980an. Dan ternyata telinga saya sudah lebih dahulu menikmatinya ketimbang pikiran saya. Lewat lagu Selangkah Ke Seberang yang diaransemen ulang oleh White Shoes and the Couples Company (WSATCC),...
Dua hari ini semacam punya kewajiban sebelum tidur: membaca 1 bab buku.Ini dalam rangka mengejar target alih-alih memang menikmati alur bukunya.Sebenarnya saya sudah merasa "berat" untuk menamatkan buku ini, judulnya Wuthering Heights.Saya membeli karena ingin gaya-gayaan dan korban rekomendasi buku yang wajib dibaca versi zenius.Sungguh jangan ditiru. Anda entah akan penasaran dengan alurnya atau hanya menggugurkan kewajiban saja.Pada kasus saya, sangat jelas: memenuhi...
Entah apa yang menginfeksi sehingga tiba-tiba aku diterpa panas dalam. Padahal aku ingat tidak meminum yang satu cangkir dengan orang lain.Bisa dikatakan, transmisi akibat ciuman tak langsung tadi nol. Tapi kenapa panas dalam --yang mulai merembet apda flu-- kembali menyerang?Memangnya aku kurang makan serat? Sayur? Buah? Mungkin saja. Mengingat, intensitas makan kedua jenis makanan tadi sangat berkurang.Sepertinya hari-hari ke depan aku akan lebih...
Kalau sudah malas, ga sreg, bukan passion agaknya sudah untuk saya mengerjakan sesuatu. Ini yang terjadi ketika saya membuat konten mengenai virus Corona baru atau yang dikenal 2019-nCoV. Mulanya susah karena memang, topiknya agak tidak terlalu berhubungan secara langsung antara variabel ini dan itu. Pun, presedennya terbatas dengan potensi. Inilah susahnya Karena potensi bisa saja terjadi di segala lini. Tapi, setidaknya saya sudah berusaha....
Seperti inilah kalau lagi creative block, tiada inspirasi yang menghampiri. Kenapa bisa ya? Setelah ditilik ternyata karena kurangnya berita mengenai suatu topik. Mau membuat topiknya? Eh keburu kena creative block tadi. Seharusnya punya standar, misalnya satu unggahan tiap hari. Tapi ini tidak terjadi karena tidak ada artikel beritanya. Ya, kadang hidup serumit itu. ...
Jadi ceritanya, saya kembali menanyakan pekerjaan saya. Apakah dengan mengunggah ke media sosial orang-orang akan berubah persepsinya?Apakah akan berubah perangainya? Apakah akan berubah perilakunya?Kalau dipikir-pikir, pekerjaan ini mudah, tapi menantang.Agak tricky memang, tapi harus dijalani ya.Sudah setengah tahun tapi serasa baru sebulan ini optimal melakukan "sesuatu" itu. Entahlah.Mari kita nikmati setahun ke depan :) ...
Hari ini rasanya senang. Pertama karena kerjaan, hal yang kedua karena pertinderan. Hehe.Tapi, sampai kapan aku akan senang? Senang jua belum tentu produktivitas meningkat. Terus gimana?Nah, itu pertanyaan yang sedang aku cari jawabannya. Senang ini apakah perasaan? Emosi? Mood? Atau apa?Tapi yang jelas, senang tidak selamanya. Dia bergantian dengan macam emosi yang lain, sedih misalnya.Ya, yang penting saat ini menikmati dan menyadari adanya...
Inilah aku, yang apabila sedang menyukai sesuai pasti serasa terburu-buruInilah aku, yang kalau merasa malas bergerak, seperti mayit yang siap dikubur. Kaku, tak beranjak.Inilah aku, yang masih muda namun kadang juga merasa bijak bak filsufInilah aku, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kadang ada kadang tiada. Aku, anehnya aku. Harus kuakui itu, wahai diriku. ...
Seharusnya hari ini aku menonton konser musisi indie. Sayangnya, hari ini temanku tidak jadi datang, karena haidnya terllau nyeri untuk diabaikan. Jadilah aku tidak jadi juga.Memang kami membeli tiket saat masih murah, jadi tidak ada penyesalan juga.Kalau tidak salah ingat, terakhir menonton band indie itu sekitar bulan November, di awal bulan. Kupikir tingal di Bogor bisa semudah itu menonton gigs namun tidak juga.Tergantung...